Today: 14.Nov.2018
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 42

Cikal Bakal MUNASAIN

 

Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang sangat besar, sehingga memungkinkan tingginya keanekaragaman hayatinya.

Selain itu Indonesia juga dihuni lebih dari 500 entri atau lema. Lema-lema itu bervariasi dalam kategori suku bangsa, sub suku bangsa, kelompok social yang khas, komunitas yang mendiami suatu pulau kecil dan sebagainya. Tiap lema itu memiliki kebudayaan yang berbeda sesuai dengan adat dan tatanan yang berlaku, antara lain dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.

Pesatnya perkembangan teknologi modern memungkinkan mudahnya hubungan antar pulau di Indonesia, bahkan antar Negara di dunia. Teknologi modern ini seringkali dapat mempengaruhi kehidupan dan kebudayaan suku bangsa di Indonesia. Sebagai akibatnya pengetahuan tradisional tentang alam mengalami erosi, sehingga dirasakan perlu untuk mempelajari serta mendokumentasikan yang masih tertinggal. Oleh karena itu didirikanlah Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia, yang merupakan pengembangan dari Museum Etnobotani Indonesia.

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia merupakan pengembangan Museum Etnobotani Indonesia (MEI), yang mula-mula dicetuskan oleh Prof. Sarwono Prawirohardjo, yang merupakan Kepala LIPI pada saat itu. Gagasan tersebut bertepatan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Herbarium Bogoriense pada tahun 1962, yang kemudian dimantapkan kembali ketika Dr. Setijati Sastrapradja memegang jabatan Direktur LBN (Lembaga Biologi Nasional) pada tahun 1973. Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Museum Etnobotani Indonesia (MEI) tersebut dapat terwujud dan diresmikan pada tanggal 18 Mei 1982 oleh Menristek Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie.

Artefak

Koleksi  Museum Nasional  Sejarah  Alam Indonesia berasal adari MEI berjumlah 1880 nomor, yang berasal dari seluruh Nusantara,  mulai dari Sabang sampai Merauke. Artefak etnobotani ini dipamerkan berdasarkan jenis tumbuhan dan pemanfaatannya.

Selain itu, koleksi specimen yang lain tersimpan di Herbarium Bogoriense (koleksi specimen herbarium), Museum Zoologicum Bogoriense (koleksi  specimen fauna) dan Pusat Koleksi Jasad Renik (koleksi mikrob InaCC).

Tujuan dikembangkan Museum

Sebagai model pendidikan ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan sumber daya alam dan perubahan lingkungan hidup di Indonesia, status dan potensi biodiversitas untuk pembangunan, kebutuhan untuk konservasi dan pemanfaatannya, kontribusi perkembangan ilmu pengetahuan dan perlunya pendidikan ilmu pengetahuan bagi semua orang dalam bentuk materi pendidikan dan pameran yang progresif dan dinamis.

Mempromosikan ilmu pengetahuan dan meningkatkan pemahaman tentang Iptek dengan menjadikan museum sebagai “science education facilities”

Sebagai media komunikasi secara interaktif dengan masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai sejarah alam dan kehidupan manusia dan pentingnya Iptek untuk pembangunan berkelanjutan. Meningkatkan motivasi masyarakat khususnya generasi muda untuk melakukan ekslorasi dan inovasi ilmiah untuk mengubah potensi menjadi kenyataan dalam kehidupan.

 

Media

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

  • Latest
  • Popular

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Jl. Ir.H. Djuanda No. 22 Bogor 16122-Jawa Barat Indonesia

Telp. 0251-8387703

Booking online

Jadwal kunjungan

 

 

Hari

Jam

Senin-Kamis

08.00-16.00

Jumat 

08.00-11.00

 

Istirahat

 

13.00-16.00

Sabtu & Minggu

09.00-14.00

Hari libur besar/Nasional

Tutup

 

Rombongan:

untuk rombongan yang akan berkunjung ke Munasain dapat melakukan pemesanan tempat melalui Booking online, no telepon atau melalui email.

+62 0251-8387703

email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial

  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.