Print this page
MUNASAIN GELAR RAPAT DENGAN PT JBSM DI BOGOR
19.Sep.2017 67088 comments
Rate this item
(0 votes)

 

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia disingkat Munasain telah mengadakan rapat rutin dalam rangka pengembangan museum. Pertemuan yang dipimpin oleh Dr Joeni Setijo Rahjoe selaku Kepala Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi (P2B) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia  (LIPI) kali ini mengagendakan diskusi interpretative plan ruang introduksi lantai I dan pemantapan materi serta tata pamer Munasain.

Rapat dihadiri 33 orang yang terdiri dari unsur Pejabat Tata Usaha dan staf P2B, Konsultan, Peneliti Botani, Staf Munasain, Museum Geologi, nara sumber dan pihak swasta perencana dan pelaksana pembangunan fisik Munasain yaitu PT Jasa Bina Sari Mustika (JBSM). Pertemuan berlangsung pagi hingga sore hari Senin 11 September 2017 dilaksanakan di ruang Auditorium Munasain Jl. Ir. H. Djuanda no.22 Bogor Jawa Barat.

Dalam pertemuan ini diawali pembukaan Kabid Botani dilanjutkan dengan presentasi dari pihak pelaksana pengembang fisik museum setelah itu presentasi dari Kepala Bidang Botani yang diseling dengan diskusi. Pada rapat ini beliau mengundang tim PCBM, administrasi Puslit Biologi, Perencana dan Munasain untuk mempermudah koordinasi. Seusai istirahat pada siang hari dilanjutkan dengan presentasi nara sumber pemantapan materi story lineintroductionmuseum  oleh Prof. Eko Baroto Walujo.

Disela-sela penyampaian presentasi menurut konsultan Munasain menyampaikan bahwa pemenang lelang sedang diumumkan hari Jumat, tetapi belum ada surat penunjukan, mungkin hari ini atau besok.Gambar sudah ada, sisi konten masih perlu untuk didiskusikan, sehingga siap untuk ditransfer ke tim perencana.

Pada presentasi pertama yang dibawakan Andika selaku wakil team perencana dari JBSM memaparkan seputar pengenalan team koordinasi timnya yang akan merencanakan dan melaksanakan teknis pengembangan fisik museum, kemudian menjelaskan tujuan, teknis pengerjaan dan hasil atau out put yang akan dihasilkan mencakup: grafik konten, desain interior, jadwal proyek serta pembagian zona. Sementara dari anggota lain dari tim ini mempresentasikan diantaranya tentang ide-ide kreatif, konsep utama perjalanan waktu dan ekspedisi, contoh ruang dan display pameran, penunjuk arah dan sistem marka, tipografi, elemen estitis, contoh gambar untuk di ruang lobby, ruang auditorium / audio visual masa kini, hingga contoh penataan ruang pameran temporer. Progres tim perencana terdiri dari:

-          Weekly reporting

-          Weekly meeting (melibatkan seluruh tim, termasuk Munasain)

-          System approval, semua pekerjaan telah disetujui oleh Munasain

-          Penentuan prosedur dan system change order

Selanjutnya menyapaikan paparan mengenai implementasi desain yang dibagi dalam bentuk kelompok. Kelompok pertama pada lobby museum akan direncanakan koleksi masterpiece,  receptionist, ticketing dan akses ke kafé serta souvenir shop. Kelompok kedua  Munasain: the journey yang terdiri dari ekspesisi emas hijau di nusantara, tokoh dan peneliti hayati di Indonesia serta Journey Museum Etnobotani Indonesia menjadi Munasain. Andika menyampaikan tujuan dan sasaran dalam kesempatan pertemuan ini yaitu pertamamengembangkan sistem tata pamer museum, kedua mengembangkan ruang publik yang berorientasi ke pengunjung dan ketiga mengikuti IPTEK dalam tata susun pameran. Adapun sasarannya antara lain :

-          Sistem tata pamer yang mengusung hubungan alam dengan manusia

-          Sistem tata pamer yang berbasis konservasi

-          Sistem tata pamer yang menggunakan media penyampaian pesan ter-update

Pihak Munasain yang dalam hal ini disampaikan oleh Kabid Botani dan nara sumber mempresentasikan tentang eksistensi museum dan perencanaan konten museum diantaranya koleksi artefak yang akan dipamerkan berkaitan dengan peta ekspedisi rempah dunia dan nusantara dalam sejarah jalur perdagangannya, replika buku Rumphius Herbarium Amboinensis tahun 1750 dan informasi tentang Rumphius, koleksi rempah yang terdiri dari pala, cengkeh dan lada. Koleksi lain yang akan ditampilkan antara lain : foto-foto tua Kebun Raya Bogor dan pendirinya, kolektor herbarium terkenal, gedung Herbarium lama, buku-buku terbitan Adikarya De Nuttige Plant van Nederlands Indie sebagai buku pegangan Pemenafaatan Tumbuhan Indonesia.

Selain itu dalam tampilan journey Munasain lainnya menjelaskan tentang lembaga atau institusi yang lahir di Bogor diantaranya: Bibliotheca Bogoriensis, Museum  Zoologicum Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis,  Kebun Raya Bogor yang melahirkan kebun raya lain seperti Kebun Raya Cibodas,Kebun Raya Cikeumeuh. Tokoh dan peneliti yang berperan dalam pengembangan ilmu tumbuhan tropika dan pemanfaatannya diantaranya seperti Reinward, Melchior Treub, J.C Koningsberger, Anwar Dilmi, Soepadmo dan lainnya juga direncanakan mengisi konten introduksi. Selama penyampaian paparan ini diselingi diskusi yang diikuti tanggapan konsultan dan peserta rapat.

Nara sumber berikutnya pemantapan materi museum memaparkan tentang konten yang mengisi zona introduksi yaitu: gejala alam dan sejarah kehidupan, biologi evolusi, fosilisasi dan fosil organisme, sejarah terbentuknya benua dan samudra, sejarah geologi terutam difokuskan di Indonesia, umur geologi dan tinggalannya  diantaranya Masa Proterozoikum, era paleicoic, zaman kambrium, zaman ordovisum, zaman devonian, zaman karbon, zaman Perm, era Mesozoic, zaman Triassic, zaman Jurssic, era Cenozoic, zaman Tersier, zaman kuarter dan penjelasan Fitogeografi Indonesia.

Pada prinsipnya dari nara sumber memberikan gambaran secara detail yang  dipetakan dalam bentuk tema, subtema, dan titel untuk dipersiapkan kedalam display baik grafis maupun interiornya. Pertemuan ini sangat penting karena pelaksanaan pengembangan Munasain agar sesuai (singkron) dengan story line yang telah ditentukan. Harapan kita semua kepada pihak pelaksana teknis pengembang fisik yang diamanahkan Munasain dapat mengakomodir dan mentransformasi konten dari para nara sumber dan hasil diskusi Munasain ke tampilan tata pamer yang menarik pengunjung museum. Mari kita perhatikan dan simak bersama-sama agar perjalanan sesuai dengan harapan. Untuk itu mereka rencananya akan mempersiapkan pertemuan rutin kira-kira seminggu satu kali untuk merealisasikan pelaksanaan pengembangan fisik Munasain.

 

(Dian Komara)

 

 

 

 

Sed sollicitudin est neque, ac dictum ipsum. Nullam lobortis, nisi ut pulvinar pellentesque, orci

Hoang Minh, CEO

Read 7082 times Last modified on Wednesday, 20 September 2017 14:03
Super User

Latest from Super User

67088 comments