cadas
ngopi
Night in the museum1
Night in the museum7
Soft Launching
Night in the museum9
Pengunjung
Night in the museum10
ngabuburit

cadas
ngopi
Night in the museum1
Night in the museum7
Soft Launching
Night in the museum9
Pengunjung
Night in the museum10
ngabuburit
  • Endemic Fauna's
  • Tropical Plants
  • Night in The Museum
  • Explore the Museum
  • Video
  • Shop
No result...
No result...

{module [151]}

{module [152]}

Featured Item Background

“NIGHT IN THE MUSEUM” PERTAMA KALI DI MUSEUM NASIONAL SEJARAH ALAM INDONESIA Featured

(0 votes)
Written by 
on 27/09/2016

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) menyelenggarakan acara Night In The Museum pada hari Sabtu malam tanggal 24 Sepetember 2016.

Kepala Bidang Botani Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr. Joeni Setjo Rahayu membuka acara baru pertamakali ini yang diisi dengan pemutaran film berjudul The King of Krakatoa dan Talkshow, dilanjutkan dengan kunjugan ke ruang display museum.  Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof. Enny Sudarmonowati menyempatkan hadir pada acara yang berlokasi di Jl. Ir. H, Juanda no 22-24 Bogor Jawa Barat, dan memberikan pengarahan berkaitan dengan penyelenggaraan ini. Audience yang memadati ruang auditorium museum berjumlah lebih dari 80 orang terdiri dari elemen pengelola  museum sewilayah kota Bogor, Peneliti, Komunitas Bogor Heritage, Komunitas Napak Tilas, Komuntas Kartu Pos, Komunitas Pencinta Museum, Guru, dan mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor , Universitas Pakuan, Universitas Ibnu Khaldun dan Universitas Nusa bangsa dan pengunjung umum.

 

Tujuan diadakan acara tersebut antara lain : menginformasikan pengetahuan dan wawasan tentang kegiatan penelitian suksesi alam di Krakatau; menginspirasi generasi penerus terutama kalangan mahasiswa agar menjadi peneliti di negeri sendiri; diseminasi hasil kegiatan peneliti LIPI dan mempromosikan MUNASAIN LIPI sebagai salah satu bagian dari kegiatan edukasi kepada masyarakat.

 

 Film atau video ceritera tentang Krakatau dapat dilihat diantaranya pada film  berjudul “Krakatoa The Last Day”, “Krakatoa Volcano in Indonesia”, “Krakatoa Vocano Disaster”, “Letusan Gunung api Krakatau Indonesia tahun1883” dan terkini Indonesia punya dokumen visual penelitian suksesi yang dibuat oleh bangsa kita sendiri yang berjudul “The King of Krakatoa.

 

Pemutaran film The King of Krakatoa pada intinya berceritera tentang sosok tokoh peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Prof. Tukirin Partomihardjo yang mengabdikan penelitian di pulau Krakatau sekitar 35 tahun. Dalam perjalanan selama penelitiannya  memerlukan pengetahuan, ketekunan dan keyakinan yang luar biasa sehingga beliau menjadi sosok peneliti tangguh dan pantas menyandang predikat sesuai judul film yang membanggakan lembaga dan negara Indonesia.

 

Film yang dibintangi peneliti berusia 64 tahun ini, menggambarkan diantaranya tentang pengetahuan perkembangan vegetasi atau suksesi yang terdapat di krakatau. Beliau meneliti rahasia alam seperti bagaimana tumbuhan berkembang dan menghijaukan daratan ini, antara lain misalnya cemara laut (Caswarina) berganti dengan tumbuhan Ficus atau sejenis ara. Menurutnya ada empat cara bagaimana tumbuhan sampai ke daratan Krakatau yaitu melalui laut, angin, satwa dan manusia. Ficus yang tumbuh di anak krakatau merupakan salah satu contoh suksesi melalui binatang, ketapang (Terminalia catappa) dipastikan hidup disekitar pantai dibawa oleh air laut, namun ketapang yang tumbuh dibagian dalam pulau penyebarannya melalui kelelawar, dan banyak hal lain yang diterangkan oleh beliau.

  

Setelah pemutaran film yang berdurasi sekitar 24 menit, dilanjutkan dengan talkshow dengan nara sumber yaitu staring pada film tersebut di atas didampingi tim pembuat film dari Indonesian Nature Film Society (INFIS) dan Media Mongabai Indonesia. Pada sesi ini diisi dengan tanya jawab seputar pesan pemutaran film, pengalaman nara sumber berkaitan dengan keilmuannya dan keyakinannya. Pertanyaan dan komentar berkaitan dengan penelitian suksesi, aplikasi penelitian dan manfaat penelitian bagi masyarakat. Hal penting inti dari pesan yaitu “jadilah peneliti di negeri sendiri” dan himbauan agar ada generasi penerus dapat melanjutkan kegiatan penelitian yang akan membanggakan diri, lembaga dan negaranya. Pada sela-sela sesi ini terdapat usul dari komunitas Bogor Heritage agar penyelenggara meluangkan waktu kepada audience untuk diberi kesempatan bertanya dan komentar lebih luas. Sesi tanya jawab semakin hangat karena audience sangat antusias dengan penelitian di Krakatau, sehingga pada sesi ini diperpanjang beberapa menit dari jadwal yang telah ditentukan. Tahap  terakhir kegiatan, setelah pemutaran film dan talkshow adalah kunjungan museum. Peserta mengeksplor koleksi museum yang disisplay baik di lantai satu maupun lantai dasar museum.


 Bogor, 25 September 2016

Dian Komara

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Last modified on Wednesday, 28 September 2016 07:58
Super User

Nunc sed metus at tortor auctor tristique. Class aptent taciti sociosqu ad litora torqt per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Vestibulum non enim id sapien feugiat Proin convallis risus turpis. Curabitur nisi lacus, lacinia ac

Website: bowthemes.com
More in this category: « Ngabuburit di Museum

2 comments

  • Comment Link
    Rianti Rianti Posted on July 01, 2017

    Acaranya keren sekali, Mas. Apalagi kalau sampai dipublikasikan secara luas. Saya yakin akan banyak masyarakat umum yang akan ikutan.
    Salam.

  • Comment Link
    no credit check loans no credit check loans Posted on December 15, 2016

    Hello. impressive job. I did not anticipate this. This is a remarkable story. Thanks!

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

MUSEUM NASIONAL SEJARAH ALAM INDONESIA

NIGHT AT THE MUSEUM SCHEDULE

22 Juli 2017 - 17.30-selesai

"Gambar Cadas dari Masa Prasejarah di Indonesia"

 

 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

  • Gambar Cadas Masa Prasejarah di Indonesia