Today: 21.Oct.2018
×

Warning

JUser: :_load: Unable to load user with ID: 42

Night at The Museum “Ngopi Bareng Di Museum"

 

Dari mana kopi berasal? Siapa yang membudidayakan pertama kali di masa lalu? Apa faktor-faktor penyebab kopi dapat masuk dan diterima di Indonesia? Tradisi apa yang terbentuk dan proses produksi kopi? Dimana dan bagaimana cara menyeduh kopi yang enak dan sesuai selera?

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) bekerjasama dengan Komunitas Pencinta Museum Bogor (KOMPEMOR), menyelenggarakan acara Night at the Museumdengan mengambil tema “Ngopi Bareng di Museum Yuk!”. Kegiatan ini bertepatan dengan HUT MUNASAIN ke-35 pada tanggal 18 Mei yang juga diperingati sebagai Hari Museum Internasionaldan sekaligus sebagai rangkaian peringatan HUT LIPI ke-50. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 17-19 Mei 2017 di Gedung Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia, Jl. Ir. H. Juanda 22-24, Bogor. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 100 orang lebih yang terdiri dari perwakilan warung kopi di Bogor, mahasiswa, pegawai, pelajar, komunitas dan penikmat kopi ini bertujuan untuk menginformasikan pengetahuan dan wawasan tentang kopi kepada masyarakat, membangun kesadaran mengenai permasalahan terkait dengan kopi, dan mengenal sumberdaya alam yang berpotensi ekonomi serta membangun kesadaran tentang keragaman budaya Indonesia dan pengelolaan kopi.


Acara dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc. dan dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter yang berjudul “Aroma of Heaven” yang menampilkan keragaman kopi dan budaya nusantara. Rangkaian kegiatan diisi juga dengan takhshow dan diskusi yang dipandu oleh Mohammad Fathi Royanni, M.Si. dengan menghadirkan 3 orang narasumber. Dr. Gunawan Djajakirana yang merupakan penyuka kopi dan ahli tanah dari IPB membahas keterkaitan kopi dengan struktur tanahnya. Menurutnya bahwa kopi Indonesia mempunyai rasa yang berbeda-beda di masing-masing daerah karena dipengaruhi juga oleh jenis tanahnya.

Banyaknya gunung berapi di Indonesia terutama yang banyak mengandung silika tinggi yang bersifat asam, akan memberikan rasa khas pada kopi disamping faktor ketinggian tanah, iklim, perawatan dan perlakuan terhadap masing-masing kopi, oleh karena itu beliau menambahkan bahwa dunia kopi adalah dunia yang sangat menarik dan penuh misteri.

Sementara itu, narasumber lain dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Bidang Penelitian Kopi, Dr. Sukrisno Widyotomo, STP, M.Si. menyampaikan bahwa kopi merupakan komoditas potensial yang prospektif dan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi yang paling banyak ragamnya di dunia. Narasumber terakhir, Erwien Kusuma, S. Hum yang merupakan penikmat kopi dan memiliki wawasan luas pula tentang sejarah kopi di Indonesia menambahkan bahwa sejarah kopi di Indonesia bergelimang dengan kebudayaan dimana salah satu hal unik di Indonesia adalah mengawinkan kopi dengan angin seperti di Gayo.

Beberapa kopi dikenal dengan istilah kopi kolonial seperti Kopi Aikawa yang merupakan kopi hasil kolonial dan muncul dari petani yang dipaksa menanam kopi oleh kolonial tapi mereka tidak bisa menikmatinya. Selain itu ada Kopi Luwak yang juga merupakan kopi produk kolonial dimana petani di Lampung hanya bisa memunguti kopi yang tercecer di tanah untuk bisa menikmatinya. Demikian pula halnya dengan cara pengolahan kopi khas indonesia, seperti Kopi Tubruk yang dari zaman dahulu masih tetap lestari sampai sekarang, sehingga kebiasaan minum kopi menjadi peluntur kultur kesenjangan status sosial di masyarakat. Di akhir paparannya Erwien mengulas sejarah kopi di Indonesia dan perkembangannya hingga mampu bersaing di pasar internasional terutama eropa sampai dikenalnya Kopi Jawa (Coffee of Java). Beliau berharap ada masyarakat lokal yang dapat mengeksplore kekayaan kopi nusantara.

Acara talkshow ini semakin menarik dengan adanya diskusi santai dengan peserta yang hadir.

Sambil menikmati kopi dan kudapan yang disediakan oleh panita penyelenggara, beberapa peserta yang hadir mengajukan pertanyaan yang cukup menarik, dari diskusi ini terdapat hal-hal yang menjadi catatatan penting bahwa kopi sebagai komoditas menjadi resource kuat bagi perekonomian, sehingga berkembangnya kopi juga dipengaruhi dengan kekuatan modal sebagai pendukungnya. Oleh karena itu keunikan kopi perlu diteliti dari karakteristiknya masing-masing sehingga kopi dapat bersifat konservatif dan memiliki cita rasa yang berbeda-beda.

Berbagai penelitian tentang kopi memang sudah dilakukan, namun kegiatan penelitian ini harus dilakukan dengan lebih berhati-hati agar gen-gen kopi yang kita milki tidak dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh pihak asing sehingga bisa dijual dan dijadikan bahan bisnis yang menguntungkan secara pribadi. Media sudah mulai banyak mempublish keanekaragaman kopi nusantara dimana para petani yang menjadi narasumbernya. Dengan demikian kita harus dapat memegang teguh faktor utama yang memicu majunya perekonomian kopi ini yaitu quality, quntinuity dan quantity.

Untuk itu, mentality menjadi hal yang penting untuk dipertahankan dan diutamakan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan model pemitraan bermediasi yaitu dengan menghimpun para petani kopi yang mempunyai keinginan kuat untuk maju dan mengundang para eksportir sehingga petani bisa menghasilkan produk sesuai keinginan eksportir dan eksportirpun bisa memberikan harga yang sesuai dengan permintaannya, sehingga bisa lebih menjamin peningkatan ekonomi para petani.

Dalam hal kesehatan, kopi banyak yang meyakini dapat memperpanjang umur, namun hal ini harus sesuai dengan cara menikmati kopi yang sesungguhnya yaitu meminum kopi tanpa gula. Faktanya,  kopi itu bukan enak tapi nikmat dan yang membuat kopi itu nikmat bukan karena kadar kafein yang tinggi, karena kopi dengan kafein rendahpun sangat nikmat, namun kenikmatan itu terletak pada cara mengolah dan menyajikan kopi yang tepat.


Acara talkshow diakhiri dengan menyerahan sertifikat dan suvenir kepada para narasumber dan pemotongan tumpeng oleh Kepala Pusat penelitian Biologi-LIPI yang didampingi oleh Prof. Eko Baroto Walujo sebagai salah satu pionir terbentuknya MUNASAIN dan Kepala Bidang Botani, Dr. Joeni Setijo Rahajoe.

Dalam sambutan penutupnya, Deputi Bidang IPH-LIPI, Prof. Dr. Enny Sudarmonowati berpesan agar kita dapat menjaga keanekaragaman hayati karena counter point MUNASAIN adalah  untuk menjaga keanekaragaman hayati dan bermanfaat bagi masyarakat. Jadi acara night at museum jangan hanya dijadikan ajang kumpul-kumpul atau makan bareng saja, tapi dapat dijadikan sebagai ajang diskusi dan sharing informasi dari berbagai kalangan untuk lebih memajukan lagi MUNASAIN. Kegiatan keliling museum, mencicipi, memegang dan mencium aroma biji kopi khas dari beberapa daerah di Indonesia serta mencicipi kopi dari beberapa komunitas kopi yang turut memeriahkan HUT ke-35 MUNASAIN menjadi agenda menarik bagi seluruh peserta yang hadir.

Artikel ini ditulis oleh Yanti Eka Pertiwi & Sri Handayani (Humas Pusat Penelitian Biologi - LIPI)

 

 

 

 

 

Media

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

  • Latest
  • Popular
  • 0 Nuren duma taciti sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Koran tisen taciti sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Kopan mizao sociosqu ad litora torquent per…
  • 0 Zumuri fatun buka sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Wopun makon taciti sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Nuren duma taciti sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Kopan mizao sociosqu ad litora torquent per…
  • 0 Wopun makon taciti sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Zumuri fatun buka sociosqu ad litora torquent…
  • 0 Sumas casen taciti sociosqu ad litora torquent…

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Jl. Ir.H. Djuanda No. 22 Bogor 16122-Jawa Barat Indonesia

Telp. 0251-8387703

Booking online

Jadwal kunjungan

 

 

Hari

Jam

Senin-Kamis

08.00-16.00

Jumat 

08.00-11.00

 

Istirahat

 

13.00-16.00

Sabtu & Minggu

09.00-14.00

Hari libur besar/Nasional

Tutup

 

Rombongan:

untuk rombongan yang akan berkunjung ke Munasain dapat melakukan pemesanan tempat melalui Booking online, no telepon atau melalui email.

+62 0251-8387703

email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial

  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Live chat

Untuk membantu kami melayani Anda dengan lebih baik, berikan beberapa informasi sebelum memulai obrolan Anda.