Today: 22.Apr.2018
Virtual Museum
Rate this item
(0 votes)

 

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi museum adalah gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni dan ilmu (tempat menyimpan barang kuno). Terkait konteks  pembenahan museum, Pusat Penelitian Biologi, menerima perwakilan dari Heikelmedia yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pemanfaatan teknologi informasi dan multimedia yang fokus terhadap upaya pelestarian informasi pusaka bangsa (heritage preservation) dan pengelolaan sumber informasi dan pengetahuan bagi setiap lembaga, perusahaan, institusi maupun perongan, yang mempresentasikan pengalamannya dalam merestorasi beberapa museum yang ada di Indoensia.

Acara dilaksanakan di gedung Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN), pada hari Kamis, 15 Maret 2018 dan dihadiri sekitar 20 peserta yang terdiri dari staf Bidang Botani, Bidang Zoologi, dan Subbidang Kerja Sama dan Informasi. Kegiatan presentasi dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Prof. Eko Baroto Walujo yang menyambut baik kegiatan ini karena merupakan hal yang menarik untuk presfektif kedepan bagi museum yang sedang direnovasi. Diawal sambutannya, beliau menyampaikan dengan singkat sejarah awal terbentuknya MUNASAIN, sampai sekarang yang sedang mengalami proses pembenahan. Beliau berharap presentasi ini dapat memberikan masukan sehingga dapat menciptakan MUNASAIN atau Museum Zoologicum Bogoriense (MZB) sebagai wahana pendidikan mulai pra sekolah sampai perguruan tinggi, akademisi, dan masyarakat umum, karena bukanlah hal yang mudah memvisualisasikan hal-hal yang terkait sejarah alam dan hasil penelitian. Selain itu, beliaupun menginginkan ada kritisi membangun yang dapat dijadikan bahan kajian dan evaluasi pembangunan museum, sehingga diharapkan museum-museum yang ada di Pusat Penelitian Biologi–LIPI dapat dijadikan tujuan wisata ilmiah di Kota Bogor, sesuai dengan program pemerintah Bogor yang sedang gencar membentuk Kota Bogor sebagai kota wisata, termasuk wisata edukasi. Diakhir sambutannya, beliau berharap agar langkah awal ini dapat menjadi dorongan untuk bekerja sama dan bisa saling sharing informasi untuk generasi-genarasi muda yang juga hadir, sebagai bekal pengetahuan dimasa yang akan datang dalam mengembangkan museum.

Selanjutnya, CEO dari Heikelmedia, Bp. Revi Kuswara memaparkan presentasinya yang mengangkat tema "Digital Museum of Future”. Beliau menyampaikan bahwa sumber pameran yang terdapat di MUNASAIN dan MZB merupakan modal utama, sebagai bekal dalam memvisualkan museum dalam bentuk digital. Salah satu konsep yang diangkat mengenai jelajah museum yang dibuat dengan tujuan untuk merepresentasikan sumber keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, dan yang menjadi “PR” bersama adalah memperkaya konten yang akan dikemas dan ditampilkan. Menjadi catatan kita bagaimana merubah paradidma museum yang konvensional, bukan dalam segi esensi, untuk diadaptasi dan di-combine dengan teknologi era digital sekarang, sehingga museum dapat divisualisasikan lebih “now” dan dapat diterima semua kalangan. Menilik dari negara tetangga yang miskin sumber daya alam namun kaya ide dalam mengemas informasi yang ada untuk ditampilkan di museumnya, menjadikan kita harus melakukan penyusuai upaya dengan adanya perkembangan informasi dan teknologi yang semakin maju, dimana informasi dengan mudah dan cepat dapat diakses dimanapun dan kapanpun. Oleh karena itu, beliau memberikan beberapa masukkan bahwa kita harus berwawasan kedepan, beradaptasi dengan perkembangan yang ada untuk saat ini, berfikir secara cerdas bagaimana pengunjung yang datang merasa nyaman, terhibur dan yang paling utama ada oleh-oleh knowledge yang bisa dibawa dan dapat diakses kembali selepas pulang dari museum.

Beliau menambahkan bahwa keberadaan museum dimanapun posisinya, harus dapat melakukan update adaptasi teknologi melalui upaya format digital yang secara informasi dapat tersampaikan dengan media jenis apapun sehingga mudah diakses. Mengemas informasi museum dengan multimedia interaktif, secara elektronik informasi yang diperlukan akan lebih mudah diakses melalui gambar, suara dll. Berikut ide yang disampaikan dalam presentasinya:

1.       Virtual Reality yang menggantikan objek dari lokasi yang nyata ke lokasi yang tidak nyata dan kaya informasi tanpa batasan ruang dan waktu, serta lebih interaktif.

2.       Augmented Reality yaitu dengan menambahkan objek dalam bentuk 3D sehingga bisa terlihat nyata yang dilengkapi dengan berbagai informasi sehingga lebih menarik.

3.       Hologram dimana teknologi 3D ini lebih mengandalkan permainan cahaya sehingga objek bisa terlihat nyata.

4.       Video wall yang menampilkan berbagai informasi museum dengan menggunakan beberapa monitor yang ditempatnya dalam satu lokasi/dinding, dimana materinya dapat di-share dari virtual museum.

Sementara itu Yoki, yang merupakan penanggung jawab konten informasi metadata untuk setiap koleksi yang akan dikemas oleh Heikelmedia menambahkan, bahwa dalam pengemasan materi pameran museum, diperlukan metadata yang berisi data otentik dari masing-masing objek yang akan ditampilka. Metadata yang digunakan bisa dalam bentuk format apa saja namun intinya bahwa identitas objek harus real dan dapat dipertanggungjawabkan, namun bila memungkinkan sebaiknya menggunakan format standar dalam Dublin Core, sehingga bisa diakses secara internasional dan ini dapat menjadi salah satu cara meningkatkan web matrik lembaga. Sementara untuk menjaga keamanan data, Revi menyarankan untuk melakukan backup melalui server atau media lain (tape backup) yang dilakukan oleh tim khusus secara internal, tidak hanya mengandalkan pihak pengembang.

Acara yang diselingi diskusi terkait penyediaan sarana dan prasarana dalam mengembangkan museum ke arah digital dan penyajian beberapa contoh adopsi teknologi yang diterapkan di beberapa museum, sangat menarik. Diakhir acara Revi meyarankan agar kita dapat melepaskan ke khawatiran terhadap berkurangnya jumlah pengunjung bila sarana virtual museum sudah terbentuk. Sebaliknya, beliau berpesan agar kita dapat mengemas informasi yang terdapat pada virtual museum sedemikian rupa, sehingga menumbuhkan rasa penasan pada pengunjung dan tertarik untuk dapat berkunjung secara langsung. Pilah informasi untuk public domain dan lakukan juga promosi-promosi untuk menarik minat pengunjung.

 

Ditulis oleh: Yanti EP

 

 

 

 

Sed sollicitudin est neque, ac dictum ipsum. Nullam lobortis, nisi ut pulvinar pellentesque, orci

Hoang Minh, CEO

Read 14 times Last modified on Monday, 16 April 2018 07:55
More in this category: « Nonton Bareng Komunitas

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

  • Latest
  • Popular

Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia

Jl. Ir.H. Djuanda No. 22 Bogor 16122-Jawa Barat Indonesia

Telp. 0251-8387703

© 2018 by Munasain

Booking online

Jadwal kunjungan

 

 

Hari

Jam

Senin-Kamis

08.00-16.00

Jumat 

08.00-11.00

 

Istirahat

 

13.00-16.00

Sabtu & Minggu

09.00-14.00

Hari libur besar/Nasional

Tutup

 

Rombongan:

untuk rombongan yang akan berkunjung ke Munasain dapat melakukan pemesanan tempat melalui Booking online, no telepon atau melalui email.

+62 0251-8387703

email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Media Sosial

  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Live chat

Untuk membantu kami melayani Anda dengan lebih baik, berikan beberapa informasi sebelum memulai obrolan Anda.